Ramah Tamah IMM UII

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

IMM UII mengundang seluruh kader IMM UII untuk hadir dalam acara “Ramah Tamah IMM UII” yang akan diadakan pada:

Hari       : 3 Januari 2011

Pukul     : 15.30 WIB

Tempat : Sekretariat IMM UII Jl. Kaliurang KM 14.5 Degolan,Sleman.

Demikian undangan ini kami sampaikan,terima kasih, fastabiqul khairaat,

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.

JK : Muhammadiyah Cukup Jadi Motivator dan Fasilitator Lahirnya Pengusaha

Arif Nur Kholis
Sabtu, 06 Pebruari 2010
//

Yogyakarta – Mantan Wapres, H.M. Jusuf Kalla, Sabtu (6/02/2010) menyampaikan bahwa Muhammadiyah dalam bidang ekonomi cukup menjadi fasilitator dan motivator bagi lahirnya pengusaha – pengusaha di kalangan Muhammadiyah. “Berikan motivasi, fasilitasi, Universitas  Muhammadiyah bisa memberikan bimbingan dasar untuk bisnis yang kuat.“ pesannya. “Makin banyak pengusaha, makin banyak orang bekerja, makin banyak zakat, makin jalan upaya memajukan umat.” lanjutnya.

Dalam acara Seminar dan Lokakarya Nasional “Revitalisasi Gerakan Muhammadiyah Bidang Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat” di Kampus I  Univ. Ahmad Dahlan, Jl Kapas  Kota Yogyakarta ini, sosok yang dimedia biasa dipanggil JK ini menerangkan bahwa pilihan peran Muhammadiyah ini karena dunia usaha adalah dunia yang beresiko ganda, bisa untung dan bisa rugi. Sedangkan bagi organisasi seperti Muhammadiyah tidak boleh rugi.  “Siapa yang harus menjalankan ekonomi, organisasi atau anggotanya ?” tanya JK ke Forum.  “Jadi pengusaha harus siap untuk atau rugi, sedangkan organisasi seperti Muhammadiyah repotnya tidak boleh rugi, harus untung, karena itu  kalau yang berusaha organisasinya,  resikonya tinggi.” terangnya.

Menurut JK, kalau mau berusaha dicari usaha yang melibatkan organisasi yang paling minim.  Sehingga, yang berusaha anggota Muhammadiyah saja. Kemudian mereka bisa membayar zakat, infaq dan shadaqah, sehingga gerakan Muhammadiyah bisa jalan ”Saya belum mengetahui organisasi sosial yang sukses,  (universitas) Al Azhar atau Vatikan saja, hanya berusaha dengan menyewakan tanah” terangnya.”Vatikan pernah punya Bank, hancur juga, jadi bukan Muhammadiyah sendiri yang hancur membangun Bank.” terangnya mengingatkan usaha perbankan di Muhammadiyah yang pernah dirintis.

“Organisasi yang membuat unit usaha beresiko tinggi, karena  pengurus organisasi ada batas waktunya,  sementara usaha tidak ada batas waktunya.” katanya. “Bisa jadi pada awal berusaha atas nama organisasi, namun setelah selesai memimpin organisasi, diklaim punya sendiri,  ini banyak terjadi di organisasi-organisasi sosial.” kisahnya.

Langkah Muhammadiyah

Menurut JK yang saat ini menjadi ketua Palang Merah Indonesia (PMI) itu, Muhammadiyah bisa melakukan fungsi motivator  dan fasilitator ini dengan membuat penghargaan wiraswastawan berhasil di Muhammadiyah. “Belajar dari buku, pengalaman dan model.” kata JK. “yang mudah-mudah dulu, yang ringan-ringan dulu, jangan panggil Ical, Ciputra atau Arifin Panigoro dulu” katanya. “Mungkin bisa dimulai dengan menghadirkan pemilik warung padang yang sukses” .

Menurutnya, sebuah usaha  akan bagus kalau ada risetnya.” Ini fungsi teknologi, jadi bagaimana mensinkronkan pengurus Muhammadiyah menjadi Fasilitator dan Motivator, memberikan semangat dan cara, sementara Unversitas memberikan teknologi yang baik.” sarannya.  “Masalah Bank pasti mau (memberi kredit),… karena… Bank yang tidak memberikan kredit, adalah bank yang pasti bangkrut.”

Disamping itu, JK memandang bahwa kebijakan pemerintah harus kita pengaruhi . “Berteriaklah, berikan usul,  ajak bicara partai-partai, pemerintah juga diajak bicara” sarannya kemudian.

Pengusaha asal Makassar itu juga berbagi resep menjadi pengusaha. Menurutnya menjadi pengusaha itu seperti berenang. “Kita boleh saja baca buku berenang,  hafal di luar kepala, terus turun ke sungai,  namun tenggelam” terangnya. “Harusnya, pelan pelan masuk ke sungai, nanti lama-lama bisa berenang. Nah, baru kalau ingin menjadi juara, harus ada pelatihnya.” imbuhnya.

Bagaimana mulainya berusaha…”Ya mulai saja…..” tegasnya dibarengi tertawa khasnya.  (arif).

From : http://www.muhammadiyah.or.id

Buya Syafii: Umat Islam Belum Rahmatan Lil Alamin

Yogyakarta – Penasehat Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Ahmad Syafi’i Ma’arif menyatakan bahwa umat Islam perlu menyadari bahwa klaim besar Islam sebagai agama yang Rahmatan Lil Alamin masih jauh dalam kenyataan. “Sudah seharusnya perintah Al Qur’an Surat Al Anbiya’ ayat 107 itu diusahakan maksimal sehingga perintah itu tidak sekedar dinyanyikan namun dilaksanakan. “ tegasnya.

Dalam acara seminar nasional yang membedah buku berjudul “Islam Dalam Bingkai Ke-Indonesiaan dan Kemanusiaan: sebuah Refleksi Sejarah” , Syafi’i mengungkapkan kegelisahannya sehingga buku setebal 388 halaman tersebut. Menurutnya, dengan hadirnya buku ini diharapkan ummat Islam “cepat siuman” karena tantangan yang masih sangat besar untuk mewujudkan perintah Allah tersebut.

Menurut Syafi’i, kalaupun suatu saat ummat Islam bisa mendominasi peradaban dunia, yang perlu diingat bahwa dengan besarnya Islam harus bisa menjadi payung bagi semua kalangan dan agama. “Bahkan orang Atheispun harus merasa terlindungi” terangnya.  “Harus saling bantu membantu dalam urusan kemanusiaan” lanjut  Profesor Emiritus Jurusan Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta tersebut.

Selain hal di atas, ummat Islam juga harus menyadari bahwa banyak pertentangan yang tidak perlu terjadi diantara ummat Islam yang harus segera diakhiri. “Akar pertentangannya sejak perang Siffin.  Kita harus sadar bahwa dijaman Rasulullah tidak ada itu Sunni, Syi’ah, Khawarij yang saling merasa benar” kisahnya.  Selanjutnya, Syafi’i mengingatkan bahwa kritiknya tentang pertentangan ummat Islam ini bukan berarti menyarankan ormas Islam seperti Nadhatul Ulama (NU) atau Muhammadiyah harus bubar. “Harusnya ditanyakan kepada NU dan Muhammadiyah apakah keberadaannya sudah cukup mampu menjawab permasalahan ummat Islam ? “ tegasnya.  “Harus ada pemikiran kreatif dari generasi muda NU dan Muhammadiyah, asal itu benar secara iman dan ilmu pengetahuan” lanjutnya.

Sementara itu, Fajurl Falakh, Tokoh Nadhatul Ulama yang juga pengajar di Fakultas Hukum UGM menyatakan bahwa dalam buku itu Syafi’i Ma’arif berusaha mengetengahkan Islam yang tidak mengurung diri, karena Islam yang terkurung dan tidak bergumul dengan tema-tema lainnya akan menjadi Islam yang tertatih-tatih. “Dalam buku ini Prof. Syafi’I Ma’arif  membawa Islam, Nasionalisme dan  Hak Asasi Manusia bukanlah tema-tema yang saling menegasikan” ujarnya.

Acara ini diselenggarakan oleh Majalah Suara Muhammadiyah bekerjasama dengan Maarif Institute Jakarta dan Penerbit Mizan, Kamis (16/07/2009) di Gedung PP. Muhammadiyah Cikditiro Yogyakarta.  Selain Prof. DR. Ahmad Syafii Maarif yang menyampaikan Keynote Speaker,  dan hadir  Romo Haryatmoko (Dosen Universitas Indonesia) dan Muhammad Fajrul Falaahk., SH, M.Si (Pengajar Universitas Gadjah Mada Yogyakarta) dan Prof. Dr. H. Muhammad Chirzin, M.Ag (Cendekiawan Muhammadiyah). (arif)

from : www.muhammadiyah.org

Musyawarah Komisariat (Musykom) V IMM UII 2009

Musyawarah Komisariat (Musykom) V IMM UII 2009

Musykom V IMM UII 2009Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT akhirnya pada tanggal 22 maret  2009 lalu Musykom IMM UII yang ke-5 dapat berlangsung. Musyawarah komisariat ke V ini diadakan di sekretariat IMM UII sendiri yang bertempat di jalan Kaliurang km 14,7 di daerah degolan. Musykom ini berlangsung selama satu hari dari pukul 10.00 wib pagi hari sampai dengan waktu magrib.  Beberapa undangan dari IMM cabang Sleman dan DPD serta beberapa immawan dari IMM UIN juga turut serta menghadiri acara ini.

Perdebatan – perdebatan dan adu argumentasi pun mewarnai musykom V ini kali. Argumentasi – argumentasi dari kader – kader IMM UII, IMM cabang Sleman dan dari DPD serta UIN meramaikan suasana musykom V IMM UII kali ini. Setelah melalui agenda – demi agenda acara tibalah pada musykom pada acara pemilihan ketua sekretariat IMM UII periode 2009/2010. Pemilihan dilakukan dengan cara musyawarah dan setelah mendengan argumen dan pendapat dari peserta musykom akhirnya immawan Sahlan El bone dari fakultas hukum terpilih sebagai ketua IMM UII periode 09/10 dengan sekretaris Rahma Kusuma Fitri dari fakultas psikologi dan bendahara Memed Akbar dari fakultas teknologi industri. Terpilihnya kepengurusan baru ini diharapkan dapat membawa perubahan pada perkembangan IMM UII kedepannya dan dapat memberikan kontribusi pada mahasiswa, masyarakat, organisasi dan agama.Amin. (Dudi)